sikap rendah hati menimbulkan kekuatan hati nurani

October 11, 2009


Agustus 12, 2007 <!–musyarofah–>

Sikap rendah hati bisa menimbulkan kekuatan hati nurani. Karena sikap rendah hati mengandung 3 hal.

1. orang yg memiliki sikap rendah hati akan mampu melupakan hal-hal yang telah berlalu….. pengalaman2 buruk yg pernah menimpanya. Dg kemampuan melupakan pengalaman buruk tsb akan membuat pikiran dan hati nuraninya bersih/tdk stres sehingga hatinyatdk jadi Pendendam.

2. Sikap rendah hati akan mampu menjalani/menghadapi permasalahan dengan sabar. Bagaimanapun masalah yg kita hadapi, jalani dengan senang hati dan ikhlas, tdk ngedumel. Para Pakar Psikolog mengatakan”Kekuatan berpikir seseorang mampu menimbulkan kenyataan”. Maka hadapi permasalahan dengan kekuatan berpikir yg positif, InsyaAllah Allah akan meridhoi.

3. Sikap rendah hati dalam menghadapi permasalahan selalu semangat, dan Pasrah bagaimanapun hasilnya. Karena kalah-menang, berhasil-tidak berhasil semua itu ada yg mengatur, yg penting kita harus berusaha semaksimal mungkin. Bila tidak berhasil lepaskan! ……Terimalah dengan ikhlas!….dan  Pasrah!

Waahh ….. alangkah indahnya hati kita bila bisa bersikap rendah hati, hati kita akan tentram, damai, tidak pendendam, tidak sakit, kita tidak serakah, tidak sewenang-wenang, kita akan mampu membatasi keinginan yg berlebihan dan tentunya kita akan mampu menghormati hak-hak orang lain ………indahnya hidup ini. Inilah kekuatan hati nurani.

Dalam buku yang ditulis oleh Bapak Letjen TNI Harseno (Purn.) yang berjudul “Kekuatan Hati Nurani”

Advertisements

Kekuatan Hati Melebihi Kekuatan Pikiran

October 11, 2009

Banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Memang, tidak diragukan lagi, kalau kekuatan pikiran positif ini dan membawa manusia pada kesuksesan dalam meraih tujuannya. Mereka yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif juga.

Meskipun demikian, kita sebagai manusia yang memiliki keyakikan keimanan kepada Allah, sebaiknya menyadari bahwa bukan hanya mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata. Karena sesungguhnya ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran. Kekuatan ini bukan hanya mengantarkan manusia meraih sukses namun juga mampu mengantarkan manusia pada kemuliaan hidup. Yakni kekuatan hati atau kekuatan hati yang positif, kekuatan hati yang jernih. Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, pikiran dan panca indra manusia.

Tuhan melalui berbagai ajaran yang dibawa oleh para Nabi, maupun melalui kitab suci-NYA telah mengajarkan kepada manusia untuk senantiasa mendengarkan suara hati nuraninya. Mengajarkan manusia untuk dapat memelihara kejernihan hatinya, sehingga sifat-sifat mulia yang tertanam dalam hati dapat memancar ke permukaan. Karena di dalam hati manusia sudah tertanam “ built in” percikan sifat-sifat “Illahiah” dari Allah Tuhan Sang Pencipta Kehidupan. Diantara sifat-sifat mulia Allah yang tertanam dalam hati manusia adalah sifat kepedulian, kesabaran, kebersamaan, cinta dan kasih sayang, bersyukur, ikhlas, damai, kebijaksanaan, semangat, dan lain sebagainya. Karena itu sesungguhnya kekuatan hati ini sangat “powerfull” untuk meraih kesuksesan dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan.

Di dalam hati tempatnya pusat ketenangan, kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan sejati yang hakiki. Bahkan hati merupakan cerminan dari diri dan hidup manusia secara keseluruhan. Di dalam hati terdapat sumber kesehatan fisik, kekuatan mental, kecerdasan emosional, serta penuntun bagi manusia dalam meraih kemajuan spiritualnya. Hati menjadi tempat di mana sifat-sifat mulia dari Allah swt Sang Pencipta Kehidupan bersemayam. Hati adalah tempat dimana semua yang hal yang terindah, hal yang terbaik, termurni, dan tersuci berada di dalamnya.

Dengan demikian, kekuatan hati ini sangat “powerfull” dan sangat dahsyat dalam membawa manusia meraih sukses dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan. Hati yang jernih akan melahirkan pikiran-pikiran yang jernih dan pada akhirnya melahirkan tindakan-tindakan mulia berdasarkan suara hati nurani. Kejernihan hati dapat menjadikan manusia menjadi mampu betindak bijaksana, memiliki semangat positif, cerdas dan berbagai sifat-sifat mulia lainnya. Dengan hati yang jernih, kita dapat berpikir jernih dan menjalani kehidupan dengan lebih produktif, lebih semangat, lebih efisien dan lebih efektif untuk meraih tujuan.

Hati adalah kunci hubungan manusia dengan Tuhannya. Karena Hati adalah tempat bersemayamnya Iman, dengannya kita bisa berkomunikasi dengan sang Khaliq. Hati juga menjadi kunci hubungan dengan sesama manusia. Hubungan yang dilandasi kejernihan hati dapat menjadikan hubungan yang lebih sehat, baik dan konstruktif dengan siapapun. Karena hubungan yang dilandasi kejernihan hati akan mengedepankan kasih sayang, kejujuran, kebersamaan dan saling menghormati. Hubungan dengan manusia akan terasa menyenangkan, menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan demikian akan semakin banyak orang lain yang akan memberikan dukungan bagi kesuksesan kita.

Dalam meraih kesuksesan sebaiknya jangan hanya mengandalkan kekuatan otak semata. Karena otak atau pikiran merupakan sesuatu yang terbatas dan bersifat sementara. Berusahalah menggunakan kekuatan hati nurani, menggunakan kekuatan kejernihan hati dengan seimbang. Gunakanlah kekuatan hati yang positif, karena dialah sesungguhnya diri sejati Anda. Hatilah tempat sifat mulia Allah swt Sang Pencipta bersemayam di dalam diri kita. Dengan senantiasa menggunakan kekuatan hati, mendengarkan suara hati, akan membawa manusia menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kalau seseorang dapat merasakan kedamaian hati dan kebahagiaan hati, maka akan memiliki hidup yang penuh dengan Sukses dan kemuliaan.

Namun, berbagai godaan kehidupan modern seringkali dapat mengotori kejernihan hati. Sikap egoisme, mementingkan hawa nafsu, mengikuti ambisi meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara dan berbagai emosi-emosi negatif seperti amarah, dendam, benci dan iri hati dapat menjadikan kejernihan hati terbelenggu, Hati yang terbelenggu cahaya kejernihannya tidak dapat memancar ke permukaan. Inilah yang dapat melemahkan kehidupan spiritual umat manusia. Kalau dibiarkan, dapat menjadikan kita semakin sulit mendengarkan bisikan hati dan lebih mempercayai atau mengandalkan kemampuan otak serta produk-produk pikiran atau akal semata. Inilah yang akan melahirkan ketidak seimbangan antara kemampuan nalar dengan hati nurani, sehingga melahirkan berbagai masalah dalam kehidupan.

Jadikanlah hati nurani Anda sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan. Berusahalah menjaga kejernihan hati, agar rahmat dan berkah dari Allah senantiasa mengalir dan memberikan yang terindah untuk hati, perasaan dan seluruh diri kita.


Kekuatan Hati Melebihi Kekuatan Pikiran

October 11, 2009

<!––> Rating Artikel :
Oleh : Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia Dan Penulis Buku

Save page as PDF

Dalam berbagai training dan seminar motivasi, seringkali para motivator mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif. Dalam berbagai tulisan, artikel dan buku-buku motivasi, para motivator dan penulis juga mengajarkan kita berpikir positif untuk meraih kesuksesan. Banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Memang, tidak diragukan lagi, kalau kekuatan pikiran positif ini dan membawa manusia pada kesuksesan dalam meraih tujuannya. Mereka yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif juga.

Meskipun demikian, kita sebagai manusia yang memiliki keyakikan keimanan kepada Allah, sebaiknya menyadari bahwa bukan hanya  mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata. Karena sesungguhnya ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran. Kekuatan ini bukan hanya mengantarkan manusia meraih sukses namun juga mampu mengantarkan manusia pada kemuliaan hidup. Yakni kekuatan hati atau kekuatan hati yang positif, kekuatan hati yang jernih. Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, pikiran dan panca indra manusia.

Tuhan melalui berbagai ajaran yang dibawa oleh para Nabi, maupun melalui kitab suci-NYA telah mengajarkan kepada manusia untuk senantiasa mendengarkan suara hati nuraninya. Mengajarkan manusia untuk dapat memelihara kejernihan hatinya, sehingga sifat-sifat mulia yang tertanam dalam hati dapat memancar ke permukaan.  Karena di dalam hati manusia sudah tertanam ” built in” percikan sifat-sifat “Illahiah” dari Allah Tuhan Sang Pencipta Kehidupan. Diantara sifat-sifat mulia Allah yang tertanam dalam hati manusia adalah sifat kepedulian, kesabaran, kebersamaan, cinta dan kasih sayang, bersyukur, ikhlas, damai, kebijaksanaan, semangat, dan lain sebagainya. Karena itu sesungguhnya kekuatan hati ini sangat “powerfull” untuk meraih kesuksesan dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan.

Di dalam hati tempatnya pusat ketenangan, kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan sejati yang hakiki. Bahkan hati merupakan cerminan dari diri dan hidup manusia secara keseluruhan. Di dalam hati terdapat sumber kesehatan fisik, kekuatan mental, kecerdasan emosional, serta penuntun bagi manusia dalam meraih kemajuan spiritualnya. Hati menjadi tempat di mana sifat-sifat mulia dari Allah swt Sang Pencipta Kehidupan bersemayam. Hati adalah tempat dimana semua yang hal yang terindah, hal yang terbaik, termurni, dan tersuci berada di dalamnya.

Dengan demikian, kekuatan hati ini sangat “powerfull” dan sangat dahsyat dalam membawa manusia meraih sukses dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan. Hati yang jernih akan melahirkan pikiran-pikiran yang jernih dan pada akhirnya melahirkan tindakan-tindakan mulia berdasarkan suara hati nurani. Kejernihan hati dapat menjadikan manusia menjadi mampu betindak bijaksana, memiliki semangat positif, cerdas dan berbagai sifat-sifat mulia lainnya. Dengan hati yang jernih, kita dapat berpikir jernih dan menjalani kehidupan dengan lebih produktif, lebih semangat, lebih efisien dan lebih efektif untuk meraih tujuan.

Hati adalah kunci hubungan manusia dengan Tuhannya. Karena Hati adalah tempat bersemayamnya Iman, dengannya kita bisa berkomunikasi dengan sang Khaliq. Hati juga menjadi kunci hubungan dengan sesama manusia. Hubungan yang dilandasi kejernihan hati dapat menjadikan hubungan yang lebih sehat, baik dan konstruktif dengan siapapun. Karena hubungan yang dilandasi kejernihan hati akan mengedepankan kasih sayang, kejujuran, kebersamaan dan saling menghormati. Hubungan dengan manusia akan terasa menyenangkan, menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan demikian akan semakin banyak orang lain yang akan memberikan dukungan bagi kesuksesan kita.

Dalam meraih kesuksesan sebaiknya jangan hanya mengandalkan kekuatan otak semata. Karena otak atau pikiran merupakan sesuatu yang terbatas dan bersifat sementara. Berusahalah menggunakan kekuatan hati nurani, menggunakan kekuatan kejernihan hati dengan seimbang. Gunakanlah kekuatan hati yang positif, karena dialah sesungguhnya diri sejati Anda. Hatilah tempat sifat mulia Allah swt Sang Pencipta bersemayam di dalam diri kita. Dengan senantiasa menggunakan kekuatan hati, mendengarkan suara hati, akan membawa manusia menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kalau seseorang dapat merasakan kedamaian hati dan kebahagiaan hati, maka akan memiliki hidup yang penuh dengan Sukses dan kemuliaan.

Namun, berbagai godaan kehidupan modern seringkali dapat mengotori kejernihan hati. Sikap egoisme, mementingkan hawa nafsu, mengikuti ambisi meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara dan berbagai emosi-emosi negatif seperti amarah, dendam, benci dan iri hati dapat menjadikan kejernihan hati terbelenggu, Hati yang terbelenggu cahaya kejernihannya tidak dapat memancar ke permukaan. Inilah yang dapat melemahkan kehidupan spiritual umat manusia. Kalau dibiarkan, dapat menjadikan kita semakin sulit mendengarkan bisikan hati dan lebih mempercayai atau mengandalkan kemampuan otak serta produk-produk pikiran atau akal semata. Inilah yang akan melahirkan ketidak seimbangan antara kemampuan nalar dengan hati nurani, sehingga melahirkan berbagai masalah dalam kehidupan.

Lantas bagaimana agar kita dapat menjaga kejernihan hati dalam kehidupan modern ini ? Bagaimana dapat memelihara kejernihan hati sehingga cahayanya dapat memancar ke permukaan ? Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi” karya Eko Jalu Santoso yang diterbitkan Elex Media Komputindo, mengajarkan bagaimana menjaga kejernihan hati. Buku ini secara runtut membahas bagaimana proses penjernihan hati sampaimengaktifkan kekuatan hati. Sebagaimana komentar dari Dr. Muhammad Syafii Antonio, Chairmain Tazkia Business School yang  mengatakan, “Buku ini dengan sangat baik mempetakan berbagai pola hidup yang melupakan hati, kemudian berusaha untuk menemukan suara hati yang murni lantas memberdayakannya. Jika hati sudah terberdayakan maka akan terciptalah revolusi diri dan revolusi kehidupan yang pada gilirannya revolusi ummat, berhijrah kearah yang lebih baik.”

Sahabat semuanya, Jangan hanya mengandalkan kekuatan pikiran semata, tetapi dengarkanlah suara hati nurani Anda. Jadikanlah hati nurani Anda sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan. Berusahalah menagah kejernihan hati, agar rahmat dan berkah dari Allah senantiasa mengalir dan memberikan yang terindah untuk hati, perasaan dan seluruh diri kita. SEMOGA BERMANFAAT.

Pentingnya Keterbukaan dan Kesadaran Diri yang Baik dalam Komunikasi

October 11, 2009

Urip Santoso

Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi. Ya, manusia sebagai makhluk sosial selalu berkomunikasi. Bahkan diam pun manusia telah berkomunikasi. Sebagai contoh, ketika seorang gadis ditanya pendapatnya tentang lamaran seorang pria dan kemudian gadis itu diam saja bukan berarti ia tidak berkomunikasi. Ia menjawab pertanyaan itu dengan diam. Jawaban diam memiliki arti yang banyak bergantung kepada kebiasaan. Bisa berarti ya tetapi malu untuk menyatakannya. Bisa berarti ragu-ragu dan minta tenggang waktu. Bisa juga menolak tetapi tidak sampai hati untuk mengatakannya.
Ya, manusia selalu berkomunikasi, baik dengan dirinya sendiri yang dikenal dengan komunikasi intrapersonal maupun dengan orang lain yang dikenal dengan komunikasi antarpribari serta bermacam-macam bentuk komunikasi lainnya. Manusia berkomunikasi untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, baik yang bersifat materi maupun non-materi.
Oleh sebab itu, mereka yang mampu berkomunikasi dengan baik merekalah yang akan sukses dalam hidupnya. Seorang pemimpin yang baik 80% dari jam kerjanya adalah berkomunikasi. Oleh karena komunikasi amat penting, maka setiap individu sebaiknya selalu meningkatkan mutu komunikasinya. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu dan frekuensi komunikasi adalah dengan meningkatkan kesadaran diri (self awareness).
Kesadaran diri membantu individu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya. Kesadaran diri membantu individu untuk lebih mengenal dirinya sendiri. Siapakah ia? Apakah keinginannya? Dan sebagainya. Dengan menyadari keberadaannya, seorang individu dapat mengembangkan diri secara lebih baik.
Selain kesadaran diri, seorang individu untuk dapat berkomunikasi tentunya harus bisa membuka diri atau yang dikenal dengan penyingkapan diri (self disclosure). Sulit dibayangkan bahwa komunikasi akan lancar jika masing-masing diri menutup diri. Ya, tentunya komunikasi akan tersendat-sendat. Namun, seorang individu juga harus mampu mengekang diri seberapa jauh seorang individu bisa mengungkapkan dirinya sendiri. Ada beberapa hal yang tentunya tidak dapat dibuka kepada sembarang orang.
Tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran diri dapat diuangkapkan dengan model Johari Window. Dalam Johari Window diuangkapkan , di dalam diri manusia terdapat empat sel/jendela/bagian. Setiap sel mewakili bagian diri yang berbeda. Keempat sel itu adalah open self, blind self, hidden self dan unknown self. Model ini menekankan bahwa jendela yang satu tidak terpisah dengan yang lain. Jika pada satu sel terjadi pembesaran, maka sel yang lain akan mengecil.
Open self merupakan bagian diri dimana informasi, perilaku, sifat, perasaan, keinginan, motif, ide dll. diketahui dengan baik, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain. Beberapa contoh informasi yang termasuk dalam bagian ini antara lain agama, jenis kelamin, warna kulit, ras, nama, hobi, status social, sikap terhadap politik dll. Blind self adalah bagian yang menyajikan hal-hal tentang diri individu itu sendiri yang diketahui oleh orang lain tetapi diri individu itu sendiri tidak tahu. Ada orang lain yang hidungnya memerah ketika malu, atau ada pula yang tidak menyadari dirinya selalu mengucapkan kata-kata, … gitu…gitu ketika berkomunikasi. Hidden self merupakan bagian diri yang menyajikan tentang hal-hal yang diketahui oleh diri individu itu sendiri tetapi tidak diketahui oleh orang lain, yang disimpan hanya untuk diri sendiri. Hal-hal itu misalnya (tidak mutlak) kondisi keuangan yang buruk, rahasia sukses, masalah keluarga, masalah pribadi, kehidupan seks, kecemasan, rasa takut terhadap sesuatu dll. Unkonw self merupakan bagian diri yang tidak diketahui baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Sulit untuk mengetahui bagian ini, tapi kita harus sadar bahwa bagian ini memang ada dan nyata di dalam diri ini.
Untuk meningkatkan mutu komunikasi, maka bagian open self perlu diperbesar dan bagian blind self perlu diperkecil. Hal ini dikarenakan memperbesar open self dapat meningkatkan kualitas komunikasi dan bagian blind self dapat menurunkan kualitas komunikasi. Cara untuk mengetahui bagian blind self tentunya dengan cara menanyakan secara langsung atau tidak langsung kepada orang lain. Cara lainnya adalah membuka peluang bagi orang lain untuk mengkritik diri kita. Dengan cara ini kita jadi tahu tentang diri kita yang tidak disukai oleh orang lain, atau yang tidak atau kurang benar menurut ukuran norma-norma yang berlaku. Hidden self dalam kondisi atau suasana tertentu barangkali juga perlu diperkecil. Hal ini biasanya dalam sisuasi khusus.
Berkaitan dengan kesadaran diri, ada yang disebut dengan life position, yaitu keadaan seorang individu ketika dia berinteraksi. Ada empat jenis posisi, yaitu 1). I’m OK and You’re OK, 2). I’m not OK but You’re OK, 3). I’m OK but You’re not OK, dan 4). I’m not OK and You’re not OK. Posisi pertama menunjukkan bahwa individu-individu memandang satu dengan lainnya secara konstruktif. Dalam hal ini setiap individu memiliki kebebasan untuk mengembangkan dirinya sebagai pribadi yang utuh. Posisi kedua menunjukkan si individu (I’m) dalam posisi bergantung kepada individu lain. Si individu merasa sebagai subordinat dan individu lain sebagai superordinat. Ia merasa tidak mampu menolong dirinya sendiri, tidak memiliki kemampuan untuk berkompetisi dan cenderung mengisolasi diri dan mengalami depresi. Posisi ketiga, individu ini menempatkan dirinya dalam posisi yang baik, sementara lawan bicaranya dalam posisi kurang menyenangkan (subordinate). Individu yang masuk dalam kategori ini biasanya kurang menghargai orang lain. Individu ini sering menyalahkan orang lain atas masalah yang menimpa dirinya. Posisi keempat, individu memandang dirinya dan orang lain dalam perspektif yang sama buruknya. Ia tidak bersikap suportif baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.
Posisi yang paling baik tentunya adalah posisi pertama. Pada tingkat kesadaran ini, terjadi saling menghargai, saling pengertian, saling dapat mengembangkan diri, mempunyai tingkat komunikasi atau interaksi yang terbaik. Untuk mencapai posisi ini, setiap individu sebaiknya meningkatkan kesadaran diri mereka masing-masing. Sebab, kesadaran diri yang tinggi akan membuat kita selalu instropeksi dan memperbaiki diri. Ingta mush yang paling besar adalah diri sendiri. Kesadaran diri yang tinggi juga amat penting artinya dalam mengatasi dan beradaptasi terhadap situasi atau keadaan di sekitar kita yang selalu berubah setiap saat, dari waktu ke waktu. Individu yang sadar diri akan selalu berusaha melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan situasi yang berubah tanpa mengabaikan tatanan yang ada. Kesadaran diri dalam situasi yang selalu berubah amat penting bagi individu untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi. Selain itu kesadaran diri yang tinggi akan membangun rasa tanggungjawab yang tinggi.
Untuk itu setiap individu harus berusaha meningkatkan kesadaran diri. Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran diri adalah dengan instropeksi setiap saat. Instropeksi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan diri. Instropeksi terhadap perilaku adaptasi kita terhadap situasi dan kondisi di sekitar kita. Banyak aspek yang harus dinilai ketika seorang individu instropeksi. Intropeksi akan meningkatkan pengetahuan tentang diri sendiri, posisi diri dengan kaitannya dengan individu lain, dll., yang ini semua akan meningkatkan kesadaran diri dan biasanya akan timbul niat untuk memperbaiki diri. Individu menjadi menang ketika niat itu secara konsisten dan konsekuwen diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Individu yang intensif berintrospeksi akan mampu menerima semua kritik dan saran dari orang lain. Selain instrospeksi, untuk meningkatkan kesadaran diri, seorang individu harus melatih kepekaan untuk memahami perubahan situasi. Individu yang peka terhadap situasi yang dihadapi akan berupaya beradaptasi, sehingga komunikasi atau interaksi berjalan mulus. Hal lain yang perlu dilakukan adalah belajar berkonsentrasi dan bersikap fokus, dan memiliki nilai-nilai pribadi sebagai tolok ukur kehidupan.

Hello world!

October 11, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!